Minggu, 24 Februari 2013

PENGGALAUAN MAHASISWA TA

Entah kenapa tiba tiba pengen nulis semua curhatan saya tentang bagaimana  galaunya saya menghadapi Tugas Akhir yang notabene disebut dengan TA..
hmmm, let's write all of about TA here..:D

*menghela napas..
siang ini, tepat jam 12.25, perpustakaan IT Telkom menjadi saksi bisu kegalauan saya
sebut saja saya mahasiswi tingkat akhir, bukan tingkat akhir juga sih sebenernya, tapi mencoba menjadi mahasiswi tingkat akhir, aamiin
kuliah sarjana yang normalnya 4 tahun saya coba percepat menjadi 3,5 tahun karena di kampus saya tercinta ini ada program lulus 3.5 th..seperti apa yang sudah menjadi targetan awal saya masuk kuliah, bahwa saya ingin lulus 3,5 thun. Otomatis dong yaa kalau mau lulus cepet harus nyelesaiin TA cepet juga, yap !! mata kuliah TA 1 saya ambil semester ini (semester 6). 
kenapa saya ngambil matkul itu sekarang karena saya pikir akan sama aja ketika saya ngambil semester depan.Dengan penuh harapan, welcome TA 1. Perasaannya campur aduk, sedih ketika mengingat saya belum terlalu paham akan konsep dan saya belum ada bayangan tentang apa yang akan saya buat, senang ketika saya membayangkan saya lancar TA 1 lalu seminar, lalu saya ambil TA 2 dan akhirnya sidang dengan pernyataan saya lulus cumlaude 3.5 thun. WAW !! itu momen yang paling saya nantikan saat ini. Tapi saya tahu, butuh perjuangan untuk jalan ke sana, semua ada prosesnya..sabar :)
Terkadang saya putus harapan ketika saya membayangkan hal-hal yang nantinya akan terjadi di depan sana terkait TA saya, tapi di lain sisi, saya yakin bahwa saya bisa..saya punya tanggung jawab kepada orang tua untuk membayar semua jerih payah mereka selama ini untuk membiayai kuliah saya, dan salah satu jalannya adalah membawa mereka hadir dalam wisuda saya MARET 2014 !! aamiin.

Saya bersyukur memiliki mereka orang tua saya yang setiap hari memberi support dalam bentuk apapun, mereka nggak capek denger keluh kesah saya. Mereka juga temen-temen seperjuangan saya yang saling memberi semangat satu sama lain, terima asih sekali. Dan tidak lupa saya punya Tuhan, Allah SWT yang selalu menuntun saya. terimakasih

Saya percaya, Tuhan memberikan masalah tidak melebihi batas kemampuan kita, apa yang ada dalam diri kita sekarang adalah yang terbaik untuk kita, Tuhan selalu memberikan jalan keluar di setiap masalah yang kita punya dengan jalan apapun
and I believe it
thank you so much God !!

FIGHT FOR TA 1 
seminar : 13 MEI 2013

Kamis, 24 Januari 2013

POTRET ANAK JALANAN

Sejenak terlintas di dalam benak tentang kehidupan anak jalanan
Berawal dari touring malamku di kota Bandung, tak sedikit anak jalanan yang masih terjaga di keheningan malamnya
Deskripsi anak jalanan bagi saya luas, entah mereka pengemis, entah mereka peminta-minta, pengamen, tukang parkir, entah mereka pengaso monyet juga. Bagi saya semua pekerjaan itu mulia, asal rejeki yang didapatkan adalah halal.

Oke, 
1st. PENGEMIS a.k.a peminta - minta
Saya tidak pernah menyalahkan apapun pekerjaan mereka, termasuk mengemis. Itu menjadi pilihan mereka. Tidak hanya satu dua orang saja, tidak hanya orang berumur atau yang masih muda, semua golongan usia saya lihat mereka melakukan hal yang sama. Hampir di setiap lampu merah kota Bandung pasti ada satu dua orang yang melakukan pekerjaan ini. Mereka juga tidak kenal waktu, buktinya samapi jam 2 malampun masih ada anak kecil yang meminta - minta di lampu merah. Saya nggak habis pikir, orangtuanya kemana ?????
Kasihan, iyaa saya kasihan..setiap kali melihat mereka, terkadang saya balikkan ke dalam diri saya sendiri yang seharusnya wajib bersyukur setiap waktu dan setiap saat karena rejeki yang Allah berikan ke saya jauh lebih daripada mereka. Tapi terkadang saya juga sering berpikir, mungkin memang garis hidupnya mereka adalah seperti itu.

2nd. PENGAMEN
Menjadi seorang pengamen adalah jauh lebih baik daripada pengemis, bagi saya seperti itu, karena apa ??? mereka yang memiliki pekerjaan sebagai pengamen, setidaknya ada jasa yang mereka berikan buat kita yang tidak lain adalah suara mereka, at least mereka nyanyi buat kita. Terkadang tidak sedikit dari mereka yang marah - marah ketika kita nggak ngasih mereka uang, atau mungkin ngasih dan bagi mereka nominalnya kecil.